Sabtu, 11 Oktober 2014

Madu Murni Tidak Di Semuti Benarkah ?

Ada beberapa anggapan bahwa semut tidak suka madu, ternyata anggapan itu salah dan itu hanya propaganda dari segelintir orang. Semut sangat suka sekali madu. B. Sarwono, pengarang buku “Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis Lebah Madu” terbitan PT. Agromedia Pustaka, Jakarta. Di halaman 80 mengatakan bahwa : “kehadiran semut di sarang lebah madu dapat merugikan produksi, karena serangga itu memakan madu, tempayak, lilin dan sisa-sisa pakan lebah”.

Di buku “LEBAH MADU; Cara Berternak dan Pemanfaatannya” hal 57 keluaran Pusat Perlebahan APIARI Pramuka, Penerbit Penebar Swadaya, Cimanggis, Depok, dikatakan: “semut secara alami terdapat dimana-mana, jika kehadirannya sedikit semut tidak banyak mengganggu. Sebaliknya bila jumlahnya banyak, semut akan menjadi hama bagi lebah. Pada serangan yang berat, lebah akan hijrah”. Dari keterangan dua buku tersebut nyatalah bagi kita bahwa semut menyukai madu dan terbantahlah pernyataan yang menyatakan bahwa semut tidak suka madu. Memang sering kita dapati semut tidak mau masuk kedalam botol madu yang terbuka, itu bukan berarti semut tidak suka madu, akan tetapi lebih dikarenakan aroma madu yang keluar dari dalam botol itu yang membuat mereka tertahan, namun lihat bila madu tinggal sedikit atau madu berada di luar botol, maka secara alami semut akan mengerumuni. Kalau ada madu yang tidak disukai semut, justru itu yang harus diwaspadai, kalau-kalau ada bahan kimia berbahaya tercampur dalam madu tersebut.

Sampai saat ini masayarakat masih percaya mitos mengenai madu, dimana semut tidak akan mengerubuti madu murni, padahal kenyataan di alam semut, laba-laba, serangga selain lebah, monyet, cicak, monyet, harimau dan beruang sangat suka akan madu. Hanya monyet dan berung yang berani mengambil madu langsung dari sarang lebah hingga diserang ribuan lebah, sementara hewan lain menunggu madu tersebut menentes dari sarang lebah. Hewan-hewan tersebut memiliki kepekaan yang sangat tinggi sehingga mampu medeteksi madu asli dan palsu. Hewan tersebut mampu medeteksi zat beracun dan zat kimia yang ditambahkan manusia (contoh : pengental, perasa, pewarna, pengawet, dll). Contoh ikan yang berformalin pasti tidak akan dikerubungi oleh lalat, sementara ikan yang fresh tidak berformalin maka akan banyak lalat yang mengerubunginya